Kamis, 30 Maret 2017

Tugas Softskill Akuntansi Internasional

JENIS-JENIS PENYESUAIAN INFLASI
Rangkaian statistik yang bertujuan mengukur perubahan harga umum maupun khusus biasanya tidak berjalan sesuai secara bersamaan. Tiap perubahan harga memiliki pengaruh yang berlainan terhadap pengukuran posisis keuangan dan kinerja operasional perusahaan. Memperhitungkan  pengaruh perubahan tingkat harga umum terhadap laporan keungan disebut model historical cost-constan purchasing power-daya beli tetap-biaya historis.
PENYESUAIAN TINGKAT-HARGA UMUM
Jumlah mata uang yang disesuaikan dengan perubahan tingkat-harga umum disebut mata uang tetap-biaya historis atau setara daya beli umum. Jumlah mata uang yang belum disesuaikan disebut jumlah nominal. Jika biaya historinya dialokasikan untuk laba tahun berjalan, maka pendapatan, sebagai indikator daya beli disesuaikan dengan biaya yang menunjukkan daya beli untuk tahun sebelumnya ketika asset belum dibeli.
Indeks Harga
Perubahan tingkat-harga umum diukur oleh indeks tingkat-harga menurut rumus ∑P1Q1 / ∑P0Q0 dengan P = harga komoditas dan q = jumlah yang dikonsumsi. Contoh : jika suatu keluarga beranggotakan empat orang mengeluarkan $20000 untuk membeli sejumlah barang dan jasa di akhir tahun 1 (tahun pokok = awal tahun 2 ) dan $22000 untuk membeli jumlah yang sama setahun kemudian (awal tahun 3), maka indeks harga akhir tahun 2 adalaj $22000/$20000 atau $1100. Angka ini mengalami tingkat inflasi sebesar 10% selama 2 tahun.
Penggunaan Indeks Harga
Angka indeks harga biasanya digunakan  dalam transaksi jumlah uang yang dibayarkan di periode sebelumnya ke dalam setara daya beli akhir periodenya. Rumus yang dipakai :
GPLc/GPLtd x Jumlah nominal td = PPEc
Keterangan
GPL    = indeks harga umum
c          = tahun berjalan
td         = tanggal transaksi
PPE     = setara daya beli umum

Angka tingkat-harga yang disesuaikan bukan merupakan biaya kini dari pos yang dipersoalkan,melainkan masih merupakan angka biaya historis. Angka historis hanya sekedar disajikan dalam unit ukuran baru yaitu daya beli umum di akhir periode. Jika semua transaksi dilakukan secara seragamselama periode tertentu , maka penyesuaian tingkat harga jalan pintas dapat digunakan. Rumus yang dapat digunakan :
GPLc/GPLavg x Pendapatan total = PPEc
Objek Penyesuaian Tingkat -Harga Umum
Secara tradisional, laba adalah bagian dari kekayaan yang dapat ditarik oleh perusahaan selama periode akuntansi tertentu, tanpa mengurangi kekayaan dibawah tingkat awalnya. Dengan asumsi tidak ada investasi oleh pemilik suatu perusahaan selama periode tersebut. Akuntansi konvensional menghitung laba sebagai jumlah maksimal yang dapat ditarik oleh perusahaan tanpa mengurangi modal uang awalnya.
Jika kita tidak bisa memperoleh harga stabil maka perhitungan laba konvensional cenderung menghitung kekayaan bersih perusahaan setelah pajak secara tidak akurat. Model daya-beli tetap-biay historis mengatasi ketimpangan denga menghitung laba,sedemikian sehingga perusahaan dapat membayarkan seluruhnya sebagai deviden sekaligus mempertahankan daya beli di akhir tahun agar sama dengan di awal tahun.
Sebagai contoh, kita asumsikan sebuah perusahaan Argentina memulai tahun kalendernya dengan kas sebesar ARS100000 (tanpa utang), yang segera dikonversi menjadi persediaan ( 10000 unit CD artis rock Argentina, dengan harga per unit 10 peso ). Perusahaan itu menjual seluruh persediaan selama setahun dengan kenaikan harga 50 persen. Dengan asumsi tidak ada inflasi, maka laba usaha berjumlah ARS50000,perbedaan antar aset bersih akhir dan awal ( $150000-$100000), atau sebesar pendapatan dikurangi pengeluaran biaya penjualan CD. Penarikan sebesar ARS50000 akan menyebabkan perusahaan memiliki ARS10000, jumlah yang sama dengan di awal tahun, sehingga investasi awalnya tidak berubah.
Sebaliknya, andaikan tingkat inflasi tahun tersebut sebesar 21 persen, dengan tingkat harga umum ( 1,21 di akhir tahun) rata-rata 1,10 selama setahun, maka laba yang disesuaikan dengan inflasi akan dihitung sebagai berikut :
                                                            Faktor
                        Peso Nominal         Penyesuaian                     Peso Tetap

Pendapatan                 ARS150000                1,21/1,10                     ARS 165000

-Pengeluaran                       100000                1,21/1,00                              121000

Laba Operasional        ARS   50000                                                    ARS   44000



-Rugi moneter                         =                                                                     15000









Laba bersih                  ARS   50000                                                   ARS    29000
  
  
Dalam perhitungan ini,penjualan terjadi secara merata selama setahun, sehingga disesuaikan dengan rasio indeks akhir tahun menjadi indeks harga rata-rata di tahun berjalan. Oleh karena itu persediaan yang terjual selama setahun dibeli di awal tahun , maka biaya penjualan disesuaikan dengan rasio indeks tahun berjalan menjadi indeks awal tahun.
            Selama masa inflasi, kekayaan perusahaan yang tidak terkait dengan aktivitas operasional pun berubah perubahan ini berasal dari aset atau kewajiban moneter-klaim atau kewajiban untuk membayar sejumlah tetap uang dimasa depan. Aset moneter mencakup kas dan piutang, yang pada umumnya kehilngan daya beli selama masa inflasi. Kewajiban moneter mencakup hampir semua utang, yang daya belinya secara umum meningkat selama inflasi.
            Berkebalikan dengan akuntansi konvensional,laba dengan model daya beli tetap- biaya historis hanya berjumlah $29000. Meski begitu,penarikan sebesar ARS29000 menyebabkan kekayaan akhir tahun perusahaan menjadi sebesar ARS121000 ( ARS150000- AP29000),sehingga daya beli di akhir tahunnya sama dengan di awal tahun.
            Keputusan IAS29 yang dikeluarkan dengan pendekatan akuntansi perubahan harga ini. Tampilan 7-3 memperlihatkan laporan laba rugi yang disesuaikan dengan inflasi VESTEL, salah satu produsen peralatan orisinal.
Tampilan 7-3  Laporan keuangan yang disesuaikan dengan inflasi dari VESTEL ELEKTRONIK SANAYIVE TICARET AS

                                                            01.01-31.12.2005                                01.01-31.12.2004

Penjualan Bersih                                          4.456.229                                             4.604.903         
Beban Penjualan                                          (3.798.115)                                         (3.854.366)
Laba kotor                                                        658.114                                              750.537
Biaya penjualan                                               (337.763)                                           (318.107)
Biaya umum dan administrasi                         (141.642)                                           (138.197)
Biaya jaminan                                                   (30.085)                                             (30.327)
Laba/(beban) lain, bersih                                    22.265                                                5.224
Laba operasional                                             170.002                                              269.148
Laba/(beban) pembelanjaan,bersih                    (36.085)                                             (74.057)
Laba sebelum pajak                                          133.917                                              195.091
Beban pajak :
Lancar                                                               (54.699)                                             (41.036)
Ditangguhkan                                                    43.592                                                (2.428)
Pajak penghasilan                                              (11.107)                                             (43.464)
Laba sebelum saham minoritas                         122.810                                             151.627
Saham minoritas                                                (30.168)                                             (45.979)
Rugi moneter                                                      (9.296)                                             (18.710)
Laba bersih tahun berjalan                                  83.346                                             86.938
Laba bersih per saham (dalam TL penuh)               524                                                    546

PENYESUAIAN BIAYA KINI

Model biaya-kini berbeda dengan akuntansi konvensional dalam dua aspek. Pertama aspek, aset dinilai pada biaya kininya ketimbang biaya historinya. Oleh karena aset pada dasarnya sama dengan nilai diskonto kini dari arus kasnya dimasa depan, pendukung model biaya-kini bahwa nilai kini menonjolkan yang lebih baik daripada pengukuran pendapatan dan potensi arus kas perusahaan dimasa depan kepada pembaca laporan keuangan. Kedua,laba didefinisikan sebgai kekayaan bersih setelah pajak dari perusahaan, yaitu jumlah sumber daya yang dapat didistribusikan perusahaan di suatu periode ( tidak termasuk pertimbangan pajak) sambil tetap mempertahankan kapasitas produksi atau modal fisiknya. Salah satu cara untuk mempertahankannya adalah dengan menyesuaikan posisi awal asset bersih perusahaan ( lewat indeks harga khusus atau penentuan harga langsung sesuai, seperti harga tagihan lancar,daftar harga dari penyedia dan lain-lain) untuk mencerminkan perubahan setara biaya-kini dari aset di periode tersebut.     

Selasa, 08 November 2016

PEMERIKSAAN AKUNTANSI LANJUT

PERTANYAAN KAJI ULANG
1. Perbedaan antara Profesional sistem, Pengguna akhir dengan Pemegang Kepentingan.Jawab : Profesional Sistem adalah analis, teknisi sistem, dan programmer. Mereka yang akan benar-benar membangun sistem, mengumpulkan fakta atas masalah yang ada pada sistem, menganalisis data tersebut, lalu merumuskan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Pengguna Akhir alah pihak untuk siapa sistem dibangun. Para pengguna tersebut meliputi para manajer, personel operasional, akuntan, dan auditor Internal. Pemegang Kepentingan adalah orang-orang di dalam atau di luar perusahaan yang memiliki kepentingan atsa sistem terkait akan tetapi bukan merupakan pengguna akhir sistem.

3. Apakah saja tiga masalah yang menyebabkan kegagalan sistem ? Jawab : Kurangnya penyesuaian pengembangan system Pengembangan sistem yg tidak dapat dipelihara Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan

5. Siapa yang harus masuk dalam Komite Pengarah ? Apa saja tanggung jawab komite pengarah tersebut ? Jawab : Meliputi CEO, direktur keuangan, direktur informasi, pihak manajemen senior dari berbagai area pengguna, auditor internal, dan pihak manajemen senior dari layanan komputer. Pihak-pihak eksternal , seperti konsultan manajemen dan auditor eksternal perusahaan, juga dapat melengkapi komite ini. Tanggung Jawab komite pengarah : Mengatasi berbagai konflik yang timbul dari sistem baru Mengkaji berbagai proyek dan menetapkan prioritas Menganggarkan dana untuk pengembangan system Mengkaji status tiap proyek yang sedang berjalan Menentukan melalui berbagai titik pemeriksaan di seluruh SDLC apakah akan melanjutkan proyek atau menghentikannya.

7. Apa yang dimaksud dengan perencanaan strategis dan mengapa harus dilakukan ? Jawab : Perencanaan strategis adalah menghubungkan berbagai proyek sistem atau aplikasi dengan tujuan strategis perusahaan. Dan perencanaan strategis haruslah dilakukan sebagai dasae untuk perencanaan sistem seperti rencana bisnis perusahaan, yang mengspesifikasikan ke mana perusahaan rencananya akan menuju dan bagaimana cara perusahaan untuk mencapai ke tujuan itu.

9. Apa yang dimaksud dengan pendekatan desain berorientasi objek (object-oriented design – OOD) ? Jawab : Desain berorientasi objek merupakan dalah satu metode dalam tahap siklum hidup pengembangan sistem pada tahap ke tiga yaitu Desain Konseptual Sistem. Desain Konseptual Sistem memiliki 2 pendekatan yaitu pendekatan terstruktur dan pendekatan desain berorientasi objek. Pendekatan desain berorientasi objek yaitu teknik mengembangkan sistem dari bawah ke atas melalui perakitan berbagai modul yang dapat digunakan kembali, bukan membuat sistem dari awal.

11. Apa saja teknik utama dalam mengumpulan fakta ? Jawab: Teknik-teknik yang biasa digunakan meliputi observasi, melibatkan diri dalam pekerjaan, wawancara personal serta mengkaji berbagai dokumen penting.

13. Bedakan antara sumber data, penyimpanan data, dengan aliran data.Jawab : Sumber data Meliputi berbagai entitas eksternal, seperti pelanggan atau vendor, serta sumber-sumber internal dari berbagai departemen lainnya. Penyimpanan data Penyimpanan data berbentuk file, basis data, akun, dan berbagai dokumen sumber yang digunakan dalam sistem. Aliran data Aliran data diwakili oleh perpindahan  berbagai dokumen dan laporan antarsumber data, penyimpanan data, pekerjaan pemrosesan dan pengguna.

15. Apa tujuan dari analisis sistem, dan apa jenis informasi yang harus dimasukkan ke dalam laporan analisis sistem ?Jawab : Tujuan dari analisis sistem adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan dan hambatan yang terjadi serta kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan. Hasil dari tahap analisis sistem adalah laporan analisis formal, yang menyajikan berbagai temuan dari analisis dan berbgai rekomedasi untuk perbaikan atau membuat sistem baru.

17. Apa saja dua pendekatan dalam disain konseptual sistem ?Jawab : Pendekatan Terstruktur Mengembangkan sistem yang baru dari nol serta dari atas ke bawah. Pendekatan desain Berorientasi Objek Mengembangkan sistem dari bawah ke atas melalui perakitan berbagai modul yang dapat digunakan kembali, bukan membuat sistem dari awal.

19. Apa yang dimaksud dengan objek, dan apa saja karakteristik pendekatan berorientasi objek ? Berikan dua contoh. Jawab : Objek merupakan adalah lokasi di memori yang memiliki nilai dan direferensikan oleh pengidentifikasi. Karakteristiknya, mengembangkan sistem informasi dari berbagai komponen atau objek standar yang dapat digunakan kembali. Contohnya yaitu proses dalam pembuatan mobil.

21. Siapa yang seharusnya dilibatkan dalam kelompok pengevaluasian independen dalam melakukan studi kelayakan terperinci ? Jawab : Yang seharusnya dilibatkan dalam melakukann studi kelayakan terperinci adalah komiter pengarah dan juga seorang auditor, fokus utama seorang auditor terletak pada kelayakn ekonomi sistem yang diusulkan telah diukur seakurat mungkin atau tidak.

23. Klasifikasikan hal-hal berikut ini sebagai biaya yang timbul sekali atau yang berulang-ulang : Jawab : Melatih Personel (sekali) Pemrograman dan pengujian awal (sekali) Desain sistem (sekali) Biaya piranti keras (sekali) Biaya pemeliharaan piranti lunak (berulang-ulang) Persiapan lokasi (sekali) Sewa fasilitas (berulang-ulang) Konversi data dari sistem lama ke sistem baru (sekali) Biaya asuransi (berulang-ulang) Instalasi perlengkapan awal (sekali) Pembaharuan piranti keras (sekali)

25. Diskusikan berbagai kebaikan dari piranti lunak yang dikembangkan secara internal dengan yang dikembangkan secara komersial. Jawab : Kebaikan pengembangan piranti lunak secara internal yaitu dapat menyesuaikan dengan operasi bisnis perusahaan. Jika dikembangkan secara komersil piranti lunak yang ditawarkan relatif dengan biaya yang lebih rendah daripada mengembangkan sistem secara internal.

27. Mengapa data uji harus disimpan setelah digunakan ? Jawab : Data uji harus disimpan dengan tujuan untuk memfasilitasi pengujian di masa yang akan datang sehingga data uji tersebut dapat di gunakan kembali sebagai bahan pengujian.

29. Dokumen apa saja yang biasanya tidak dibutuhkan oleh pemegang kepentingan lain akan tetapi dibutuhkan akuntan dan auditor untuk sistem baru ? Jawab : Yaitu dokumen pengguna. Dokumen pengguna adalah jenis dokumen yang dibutuhkan akuntan dan auditor karena meliputi berbagai hal seperti memasukan input transaksi, memeriksa saldo akun, memperbaharui akun, dan membuat laporan output.

PERTANYAAN DISKUSI

1. Berikan pendapat Anda mengenai pernyataan berikut ini : “Tahap pemeliharaan dalam SDLC melibatkan perubahan mendasar yang mengakomodasi perubahan kebutuhan pengguna.” Jawab : Karena kebutuhan pengguna sistem yang berbeda-beda maka sistem lah yang harus menyesuaikan apa yang pengguna butuhkan. Sistem dapat dikatakan gagal apabila tidak dapat memenuhi kebutuhan pengguna atau menyelesaikan permasalahan pengguna.

3. Apakah rencana strategis yang baik berorientasi pada perincian ? Jawab : Tidak, justru dalam rencana strategis harus menghindari terlalu banyak perincian. Karena pada tahap perencanaan hanya memungkinkan para spesialis untuk fokus terhadap membuat keputusan berdasarkan informasi yang memadai dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan, seperti harga, ukuran kinerja, keamanan, dan pengendalian. 5. Apa tujuan yang diberikan proposal proyek sistem ? Bagaimana tujuan ini dievaluasi dan dibuat prioritasnya ? Apakah proses pembuatan prioritas adalah proses yang objektif atau yang subjektif ? Jawab : Tujuan dari proposal proyek adalah untuk memberikan pihak manajemen dasar untuk memutuskan apakah akan melanjutkan proyek atau tidak. Terkait masalah melanjutkan atau tidak proyek tersebut manajemen akan mengevaluasi  proposal tersebut karena proposal tersebut berisi ringkasan- ringkasan mengenai temuan dari penelitian yang telah dilakuan sebelumnya sehingga menjadi bahan pertimbangan manajemen dalam pengambilan keputusan.

7. Kurangnya dukungan dari pihak manajemen puncak mengarah pada kegagalan proyek sistem baru selama tahap implementasi. Mengapa menurut Anda dukungan dari pihak manajemen begitu penting ? Jawab: Dalam tahap implementasi, struktur basis data akan dibuat dan diisi dengan data perlengkapan akan dibeli dan diinstal, karyawan dilatih, sistem didokumentasikan, dan sistem yang baru akan diinstal. Proses implementasi tersebut melibatkan berbagai usaha dari para desainer, programer, administrator basis data, pengguna, dan akuntan. Berbagai aktifitas tersebut membutuhkan biaya yang besar apabilan dari pihak manajemen tidak mendukung secara penuh maka tahap implementasi tidak bisa dilaksanakan.

9. Bandingkan dan bedakan antara pendekatkan desain terstruktur dan pendekatan berorientasi objek. Mana menurut Anda yang lebih menguntungkan ? Mengapa ? Jawab : Pendekatan Terstruktur Mengembangkan sistem yang baru dari nol serta dari atas ke bawah. Pendekatan desain Berorientasi Objek Mengembangkan sistem dari bawah ke atas melalui perakitan berbagai modul yang dapat digunakan kembali, bukan membuat sistem dari awal. Menurut saya yang lebih menguntungkan adalah Pendekatan desain berorientasi objek, karena pada desaian berorientasi objek melakukan metode yang paling tepat dengan mengembangkan sistem dari bawah ke atas dalam hall ini sistem dapat dilihat secara keseluruhan proyek dan membagi proses kedalam berbagai fungsi proyek, dan tidak membutuhkan waktu yang relatif lama karena pendekatan ini tidak lagi merancang sistem dari awal tidak seperti sistem terstruktur.

11. Manfaat tidak terwujud biasanya sangat sulit untuk diukur secara akurat. Beberapa desainer beragumentasi bahwa jika Anda tidak memperhitungkannya, maka akan dihasilkan perkiraan yang konservatif. Manfaat lebih apapun akan di terima, tetapi tidak disyaratkan untuk keberhasilan sistem yang baru. Apa saja bahaya dari sudut pandang ini ?
- Hanya biaya yang dapat di hindari yang digunakan dalam perhitungan manfaat dari penghematan biaya.
- Penggunaan tingkat bunga yang wajar dalam mengukur nilai sekarang arus kas.
- Biaya yang timbul sekali dan biaya berulang dilaporkan secara lengkap dan akurat.

13. Selama prosedur data uji, mengapa pengembangan harus menguji data yang “buruk”
Jawab : Karena data yang buruk merupakan suatu bukti dokumentasi dalam proses pengembangan  sistem dan dari bukti ini dapat di identifikasi serta di analisis sehingga menjadi bahan pertimbangan pihak manajemen untuk dalam mencapai tujuan bisnis perusahaan.

15. Buku petunjuk operasi untuk operator komputer secara teori sama dengan daftar periksa bagi pilot pesawat yang digunakannya untuk lepas landas dan mendarat. Jelaskan mengapa buku petunjuk ini penting. Jawab : Buku petunjuk sangatlah penting karena memuat informasi yang sangat penting mengenai peralatan tersebut, misalkan kita membeli sebuah televisi, maka kita akan mendapatkan manual yang didalamnya berisi informasi dasar mengenai bagian-bagian dari televisi dan fungsinya, cara penggunaannya dan fitur-fitur yang terdapat didalamnya, hal-hal yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan pada waktu pengoperasian, cara perawatan, spesifikasi teknis dan terakhir biasanya berupa petunjuk apabila terjadi masalah, hal yang sering ditanyakan dan daftar alamat yang harus dihubungi bila terjadi sesuatu.

17. Diskusikan peran penting melibatkan akuntan dalam tahap desain terperici dan implementasi. Pekerjaan apa saja yang dilakukan oleh akuntan ? Jawab : Pada tahap desain terperinci peran akuntan diperlukan unntuk menjamin mutu dari dokumentasi sistem terbebas dari kesalahan apapun yang terdeteksi. Kalau pada tahap implementasi Peran seorang akuntan dalam hal ini peran profesi akuntan publik (auditor) yaitu menyediakan keahlia teknis, menspesifikasikan standar dokumentasi dan memverifikasi kecukupan pengendalian.

19. Diskusikan berbagai ukuran kelayakan yang harus dipertimbangkan. Berikan contoh untuktiap ukuran tersebut. Jawab : Kelayakan hukum : pembuat keputusan harus memastikan diri bahwa sistem yang  diusulkan tidak melanggar batasan hukum yang ada. Contohnya : suatu sistem diterapkan akan tetapi melanggra privasi serta kerahasiaan yang disimpan Kelayakan operasional : menunjukan tingkat kesesuaian antara prosedur perusahaan yang ada dengan berbagai keahlian serta kebutuhan operasional yang baru. Contohnya : saat sistem di terapkan kita melihat dulu apakah sistem ini layak untuk digunakan atau tidak. Kelayakan jadwal : berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan proyek tersebut dapat di toleransi.

Nama  : Ghema Nugraha M
Npm    : 23213704
Kelas   : 4EB05

Sabtu, 08 Oktober 2016

What Are Ethics?

  • ETHICS 
Ethics comes from the Greek Ethos, which means custom. Therefore, the ethics associated with good living habits, either in person or in a community. Ethics are the values the way of life is good, between the good life and all habits are adopted and passed on from one person to another or from one generation to another

  • THE  PRINCIPLES OF ETHICS PROFESSIONAL ACCOUNTING
In the field of accounting there are ethics that must be obeyed by all members. Principles of Professional Ethics based on the code of ethics accountant Accountants Indonesia, that is : 

1. The Responsibility Of The Profession
   The responsibility of the profession in question is that each member should always use moral and professional judgment in all kegiataan so that each member should be responsible for all the users of their services.

2. The public interest
    The public interest in question is that each member must carry out their duties in the framework of public service and respect the public interest.

3. Intergrity
    Integrity is meant  is a situation that requires one to be honest and forthright without having to sacrifice the other party confidential.

4. Objectivity
    Objectivity is meant is that each member must be fair, impartial, intellectually honest, not prejudiced and free from conflicts of interest with other parties or under the pressure of the other party.
5. Competence and professional prudence
    Competence and professional prudence is meant is that members carefully should use the knowledge and skills necessary to ensure that its clients can benefit from the services rendered.

6. Confidentiality
    Confidentiality is meant is that every member for their duties must respect the confidentiality of client information concerned unless there are right and duty to express it.

7. Conduct Professional
    Professional conduct in question is that each member is required to be consistent with a good reputation and avoid action that could worsen the reputation of the profession.
    
8. The Technical Standards
    Technical standards is meant is that every member in carrying out their duties must always conform to technical standards and relevant professional standards.

  • The Bases Theory Of Ethics
1. Ethics Teleology
    Teleology the terms derives from greek TELOS which means purpose. In terms of measuring the merits of an action that is based on the objectives to be achieved, or by the impact of the actions which have been performed. In theory 2 flow including : 
     
 A. Ethical Egoism
     The core view of selfishness is the act of every person basically aims to pursue personal interests and promote yourself.
B. Utilitarianism
     A theory in terms of normative ethics which states that an action is worth is maximizing the use of (utility), usually defined as maximizing happiness and reduce suffering.

2. Deontology
   Deontological ethics is a normative ethical perspective that assesses the morality of an action by regulatory compliance. This ethic is sometimes called ethics-based "obligation" or "bond" because the regulation provides for the obligations to someone.

3. Theory of Right
    In a mature moral reasoning theory this right is an approach that is often used to evaluate the merits of an act or behavior.

4. Virtue Ethics 
    The principle of virtue ethics judging an act as bad (not to do) or both (be done) by the example shown by moral agents (humans) are considered to have high morality.

  • Egoism
Egoism is the way to maintain and improve a favorable view for himself, and generally have an opinion to improve one's personal image and the importance of intellectual, physical, social and others. This egoism does not see a concern for others and helping people in general and think only about themselves. There are three different ways in which the theory of egoism are:
      A. Psychological egoism

          That man is motivated only concerned itself naturally.
      B. Ethical egoism
          That is where people act to take advantage but do not hurt yourself.
      C. Minimalist egoism
          That is where humans will act so as to promote their own interests.

Courtesy :



Rabu, 27 Juli 2016

2021

In 2021, I will working as civil servant at the tax section because i really like counting. And maybe i want to open a restaurant because it is very like eat and is a promising business. Other than that I really like to travel. I really want to go to japan and America because it is very interested in sophisticated equipment. And as a Muslim, I have to go to the holy cities of Mecca and Medina because it is an obligation that must be done.
in 2021, maybe I'll have a house yard area to relax with family and friends, have a swimming pool. And my dream car is Alphard, and has a wife who loves with a sincere and pious child.

The Legend of Situ Bagendit from West java

     Once upon a time,a village located western java. There lived a wealthy woman named Nyai Bagendit. Since the death of her husband, Nyai Bagendit get a legacy of wealth is so abundant. Unfortunately, it makes Nyai Bagendit becomes arrogant and stingy.
Nyai Bagendit often throw a party and show off their assets to local residents. But do not ever help cityzens in difficult. A people around is not like the behavior of Nyai Bagendit. However they could not do anything.
     
     One day, Nyai Bagendit back throw to party and showing off wealth to guest. Suddenly there come beggars with dirty clothes and not worth using.
"Nyai, give me eat a little bit," Said the beggar.
Nyai  Bagendit very angry and kicked the beggar, "you get out from my house,dirty beggar!!".
Beggar went away with a feeling of sadness

     The next day, in the village was a strange thing happened. Suddenly in away, find a stick that is stuck in the ground. none can unplug the stick,even though it tried to roll crowded. Finally, came the beggars who had previously been expelled by nyai Bagendit unplug the stick. After plug,water flowed from that place and then nyai bagendit down with the house and its contens. The place was turned into a lake named Bagendit.
  
     

Selasa, 14 Juni 2016

Biography of Shahrukh Khan

Shahrukh Khan or SRK is commonly known as Bollywood actor who starred in many films grossing India. Kuch Kuch Hota Hai is one of phenomenal movie that makes it more known around the world. Khan emerged as one of the kings in the world of Bollywood cinema with success as an actor and film producer known for. He was dubbed the "King Khan", "King of Bollywood", and "Baadshah of Bollywood".This can be achieved thanks to the hard struggle in the Indian film industry is constantly regenerating from year to year.



Shahrukh Khan began starring in a movie about the 1992 film titled Deevana. The first film was a box office and top ratings from the other actors. Until now no fewer than 67 films, starring actors already includes Kuch Kuch Hota Hai, Mohabbatein and Rab Ne Bana Di Jodi.

Shahrukh Khan is not just an actor or director. He has become a legend of Bollywood films. as already achieved 59 awards including the Filmfare Award, Star Screen Award, International Indian Film Academy Awards, Zee Cine Award, Bollywood Movie Award, Global Indian Film Award and Apsara Film & Television Producers Guild Award.